Untung gak Dateng
March 27, 2007
Pertandingan ke dua PERSIB di kandang lawan PERSEMA sayah tidak nonton karena tidak ada teman. Teman-teman nonton PERSIB laennya kaya si Opik, Rhendy, dllllllll (red lain-lain-lain….) sedang pergi ke Jakarte bwt english 4 fun (red sejenis lomba bahasa ingggeriss) yah padahal gak disiarin di tipi. Yah tak apalah… terpaksa nonton PERSIJA lawan apa gitu gak ramelah… yang saya lihat update skornya aje.
Deg-deg an juga waktu tertulis PERSIB tertinggal 0-1 dari PERSEMA lewat si Franko Hitta. Tapi pas bang Ajat sang komentator skaligus mantan striker PERSIB berdoa smoga PERSIB bisa bangkit eh langsung tak lama kemudian 1-1 dan akhirnya unggul 2-1. HAHAAHA senangnya…. tapi selanjutnya tidak ada lagi update skor sayah kira udah PERSIB menang eh tapi pas liat brita di RCTI terjadi penundaan pertandingan PERSIB vs PERSEMA. Was-was waktu liat itu takutnya udah menang-menang eh dianggap persahabatan.
Tapi untungnya pas liat brita pagi wuhh… untung ditrusin lagi dan skor menjadi 4-2. Kronologisnya begini hari itu Rabu 14 Maret 2007 ketika istirahat para pendukung PERSIB yang di luar stadion memaksa masuk untuk melihat tim kesayangannya bermain. Hal ini dikarenakan layar lebar di luar stadion tiba-tiba mati karena kabelnya ada yang mutusin. Gara-gara itu mereka menjebol gerbang tribun selatan. Pokis (red polisi) pun tidak tinggal diam sehingga terjadi aksi lempar-lemparan dengan para bobotoh. Akhirnya merekapun masuk hingga ke sentelban dan pertandinggan ditunda. Tetapi setelah ada penjelasan baik dari pemain maupun ofisial bahkan mas Dada(red walikota Bandung) akhirnya para bobotoh dengan sedih meninggalkan lapangan…. yah bgitu kira-kira pertandingan yang tertunda hampir 90 menit itu berakhir 4-2 untuk PERSIB.
HP & Kualitas Sperma
March 27, 2007
KAUM pria sebaiknya lebih berhati-hati menggunakan telepon genggam mereka. Hasil sebuah riset memperlihatkan bahwa penggunaan handphone secara berlebihan bisa mempengaruhi kualitas sperma. Sebanyak 364 pria dewasa secara sukarela menjadi responden sebuah penelitian di Amerika dan India. Kesuburan mereka dievaluasi terus-menerus. Sebelumnya, para pria tersebut dibagi menjadi tiga kelompok berdasarkan jumlah sperma mereka. Hasil riset menunjukkan, pria dengan jumlah sperma dalam kisaran normal dan menggunakan telefon genggam lebih dari empat jam per hari, ternyata memproduksi 23 persen lebih sedikit ketimbang para pria yang sama sekali tak menggunakan ponsel. Temuan lain yang tak kalah menarik, ternyata proporsi dari sperma yang tergolong “sehat-bugar” hanyalah 21 persen dari para maniak pengguna ponsel tersebut. Sedangkan mereka yang tak menggunakan ponsel, sperma yang fit untuk “berenang” hingga ke sasaran tersebut mencapai sekira 40 persen dari seluruh sperma yang ada. Temuan riset tersebut telah dipresentasikan pada pertemuan tahunan American Society for Reproductive Medicine.
PERSIB aing Pisan lah
March 27, 2007
JRENG, hari itu dengan baju biruku ane pergi k rumah si opik. Critanya ane mo nonton PERSIB vs PERSIK ame anak-anak. Sesampainya deket turunan maut(red turunan yang wah gila bener lebih dari 45o lah), si opik dah nunggu juga pake baju biru. Tanpa berpikir panjang (emang punya pikiran?) kami pun bergegas ke skolah kita dibilangan Jl.Belitung. Ane ama opik nunggu orang-orang laen yang mo nonton di kios. Satu persatu orang bermunculan, Si Cumi (red si Rhesa orang tercamo), si Arif, Si Hiu(red Sejenis ikan air asin) en si Rhendy, truss dateng juga si Key ma Si Kolot(red Adzan).
Nah critanya dah jam satu siang kami pun cau ke stadion siliwangi. Sebelum masuk k stadion tentunya kami menunaikan dulu sholat Dzuhur. JRENG kami pun masuk ke dalam stadion lewat tribun Timur (red tribun para viking). Yah nyampe juga, walaupun jam tangan masih menunjukan pukul setengah dua siang tapi tribun hampir penuh. Ni dia nih paling ngebosenin nunggu lama banget…..
JRENG skitar jam 3 baru muncul tim kesayangan kita PERSIB…. Yel-Yel pun berkumandang (kaya adzan) seantero Stadion. “PERSIB Bandung yang kutunggu kutunggu, kunanti nanti, Telah lama kuberdiri berdiri…. kunanti nanti”. Yah kurang lebih seperti itu keadaanya. Kami pun terbawa suasana dan ikut teriak-teriak.
Ceritanya dah mo maen nih, “PRIT…” wasit niup pluit. Baru juga lima menit maen kiper PERSIK Wahyudi udah kebobolan lagi lewat sundulan si bang Bekamenga Bekamengo. Abang asal Kamerun nih bisa memanfaatkan pemain belakang PERSIB Cheikh Ba yang lagi bengong. Hoho tentu hal ini membuat kami girang soale PERSIK kan salah satu tim yang jago banget. Tapi ada yang bikin kesel juga soale wasitna gob**ks pisan, udah jlas-jlas planggaran eh didiemin aje….
Nah tak lama dari gol pertamnya bang Beka berhasil menggetarkan lagi jala gawang Wahyudi, bang Beka memanfaatkan bola yang matul dari bang Wahyudi. Dari gol ke dua itu kiper PERSIK Wahyudi diganti HAHAHA. Semenjak pergatian kiper ntu PERSIB tidak lagi menciptakan gol. Gara-gara itu salah satu penonton dibelakan kami teriak “Eh licik ganti kiper, da teu meunang (red gak boleh) ganti kiper mah!” HAHAHA sampai pluit panjang dibunyikan PERSIB berhasil unggul 2 – 0 atas PERSIK……………… hore
Sejarah Persib
March 27, 2007
Sebelum bernama Persib, di Kota Bandung berdiri Bandoeng Inlandsche Voetball Bond ( BIVB ) pada sekitar tahun 1923. BIVB ini merupakan salah satu organisasi perjuangan kaum nasionalis. Tercatat sebagai Ketua Umum BIVB adalah Mr. Syamsudin yang kemudian diteruskan oleh putra pejuang wanita Dewi Sartika, yakni R. Atot.
Atot ini pulalah yang tercatat sebagai Komisaris daerah Jawa Barat yang pertama. BIVB memanfaatkan lapangan Tegallega didepan tribun pacuan kuda. Tim BIVB ini beberapa kali mengadakan pertandingan diluar kota seperti Yogyakarta dan Jatinegara Jakarta.
BIVB kemudian menghilang dan muncul dua perkumpulan lain yang juga diwarnai nasionalisme Indonesia yakni Persatuan Sepak Bola Indonesia Bandung ( PSIB ) dan National Voetball Bond ( NVB ).
Pada tanggal 14 Maret 1933, kedua perkumpulan itu sepakat melakukan fusi dan lahirlah perkumpulan yang bernama Persib yang kemudian memilih Anwar St. Pamoentjak sebagai Ketua Umum. Klub- klub yang bergabung kedalam Persib adalah SIAP, Soenda, Singgalang, Diana,Matahari, OVU, RAN, HBOM, JOP, MALTA, dan Merapi.
Di Bandung pun saat itu pun sudah berdiri perkumpulan sepak bola yang dimotori oleh orang- orang Belanda yakni Voetbal Bond Bandung & Omstreken ( VBBO). Perkumpulan ini kerap memandang rendah Persib. Seolah- olah Persib merupakan perkumpulan “ kelas dua “. VBBO sering mengejek Persib. Maklumlah pertandingan- pertandingan yang dilangsungkan oleh Persib dilakukan dipinggiran Bandung—ketika itu—seperti Tegallega dan Ciroyom.
Masyarakat pun ketika itu lebih suka menyaksikan pertandingan yang digelar VBBO. Lokasi pertandingan memang didalam Kota Bandung dan tentu dianggap lebih bergengsi, yaitu dua lapangan dipusat kota, UNI dan SIDOLIG.
Persib memenangkan “ perang dingin “ dan menjadi perkumpulan sepakbola satu- satunya bagi masyarakat Bandung dan sekitarnya.Klub- klub yang tadinya bernaung dibawah VBBO seperti UNU dan SIDOLIG pun bergabung dengan Persib. Bahkan VBBO kemudian menyerahkan pula lapangan yang biasa mereka pergunakan untuk bertanding yakni Lapangan UNI, Lapangan SIDOLIG ( kini Stadion Persib ), dan Lapangan SPARTA ( kini Stadion Siliwangi ). Situasi ini tentu saja mengukuhkan eksistensi Persib di Bandung.
Ketika Indonesia jatuh ke tangan Jepang. Kegiatan persepakbolaan yang dinaungi organisasi lam dihentikan dan organisasinya dibredel. Hal ini tidak hanya terjadi di Bandung melainkan juga diseluruh tanah air. Dengan sendirinya Persib mengalami masa vakum. Apalagi Pemerintah Kolonial Jepang pun mendirikan perkumpulan baru yang menaungi kegiatan olahraga ketika itu yakni Rengo Tai Iku Kai.
Tapi sebagai organisasi bernapaskan perjuangan, Persib tidak takluk begitu saja pada keinginan Jepang. Memang nama Persib secara resmi berganti dengan nama yang berbahasa Jepang tadi. Tapi semangat juang, tujuan dan misi Persib sebagai sarana perjuangan tidak berubah sedikitpun.
Pada masa Revolusi Fisik, setelah Indonesia merdeka, Persib kembali menunjukkan eksistensinya. Situasi dan kondisi saat itu memaksa Persib untuk tidak hanya eksis di Bandung. Melainkan tersebar diberbagai kota, sehingga ada Persib di Tasikmalaya, Persib di Sumedang, dan Persib di Yogyakarta.
Pada masa itu prajurit- prajurit Siliwangi hijrah ke ibukota perjuangan Yogyakarta. Baru tahun 1948 Persib kembali berdiri di Bandung, kota kelahiran yang kemudian membesarkannya.
Rongrongan Belanda kembali datang, VBBO diupayakan hidup lagi oleh Belanda ( NICA ) meski dengan nama yang berbahasa Indonesia Persib sebagai bagian dari kekuatan perjuangan nasional tentu saja dengan sekuat tenaga berusaha menggagalkan upaya tersebut. Pada masa pendudukan NICA tersebut, Persib didirikan kembali atas usaha antara lain, dokter Musa, Munadi, H. Alexa, Rd. Sugeng dengan Ketua Munadi.
Perjuangan Persib rupanya berhasil, sehingga di Bandung hanya ada satu perkumpulan sepak bola yakni Persib yang dilandasi semangat nasionalisme. Untuk kepentingan pengelolaan organisasi, decade 1950- an ini pun mencatat kejadian penting. Pada periode 1953- 1957 itulah Persib mengakhiri masa pindah- pindah secretariat. Walikota Bandung saat itu R. Enoch, membangunkan Sekretariat Persib di Cilentah.
Awal Persib memiliki gedung yang kini berada di Jalan Gurame, adalah upaya R. Soendoro, seorang overste replubiken yang baru keluar dari LP Kebonwaru pada tahun 1949. Pada waktu itu, melalui kepengurusan yang dipimpinnya, Soendoro menghadap kepada R. Enoch yang kebetulan kawan baiknya. Dari hasil pembicaraan, Walikota mendukung dan memberikan sebidang tanah di Jalan Gurame sekarang ini.
Pada saat itu, karena kondisi keuangan yang memprihatinkan, Persib tidak memiliki dana untuk membangun gedung, Soendoro kembali menemui Walikota dan menyatakan, “ Taneuh puguh deui, tapi rapat ditiungan ku langit biru,” kata Soendoro.
Akhirnya Enoch juga membantu membangun gedung yang kemudian mengalami dua kali renovasi. Kiprah Soendoro sendiri didunia sepak bola diteruskan putranya, antara lain, Soenarto, Soenaryono, Soenarhadi, Risnandar, dan Giantoro serta cucunya Hari Susanto.
Dalam menjalankan roda organisasi beberapa nama yang juga berperan dalam berputarnya roda organisasi Persib adalah Mang Andun dan Mang Andi. Kedua kakak beradik ini adalah orang lapangan Persib. Tugas keduanya, sekarang ini dilanjutkan oleh putra dan menantunya, Endang dan Ayi sejak 90-an. Selain juga staf administrasi Turahman.
Renovasi pertama dilakukan pada kepemimpinan Kol. CPM Adella ( 1953- 1963 ). Kini sekretariat Persib di Jalan Gurame itu sudah cukup representatif, apalagi setelah Ketua Umum H. Wahyu Hamijaya ( 1994- 1998 ) merenovasi gedung tersebut sehingga menjadi kantor yang memadai untuk mewadahi berbagai kegiatan kesekretariatan Persib.
Kemampuan Persib menjaga nilai- nilai dan tradisinya serta menyesuaikan diri dengan perkembangan zaman tentu tidak lepas dari figur Ketua Umum bukan hanya figur yang berkemampuan mengelola organisasi dalam artian agar organisasi itu terus hidup, melainkan juga figur yang mampu menggali potensi dan mengakomodasikan kekuatan yang ada, sehingga kiprah Persib dalam kancah sepakbola nasional terus berlangsung lewat berbagai karya Persib.
The Illusionist
March 20, 2007
Oi ane baru dapet film baru nih… judulnya “THE ILLUSIONIST”. Katanya pilem nih dapet penghargaan atas The Best Cinematography. Ya emang bener sih gambar yang dihasilkan keren banget. Latarnya juga jadul banget lah. Sudut pengambilan gambarnya juga perfect abis. Langsung saja lah critanya begini :
Eduard kecil yang diperankan oleh Aaron Jhonson adalah seorang anak tukang kayu kerajaan. Suatu hari ia bertemu dengan seorang pesulap keliling di bawah pohon, ia sangat terpesona karena trik-trik yang pesulap praktekan terlebih sang pesulap menghilang bersama pohon itu. Dari situ ia mulai belajar berbagai trik-trik sulap. Suatu hari ketika ia berlatih sulap dengan membawa telur dengan sebuah tongkat, ia bertemu dengan Sophie kecil (red Eleanor Tomlinson) yang merupakan putri kerajaan. Pertama kali Sophie melihat Eduard ia tampak begitu tertarik padanya (red jatuh cinta). Dan akhirnya merekapun berkenalan dan saling jatuh hati. Keluarga kerajaan mengetahui dan melarang mereka untuk bertemu. Tapi namanya anak muda ada saja akalnya, mereka secara sembunyi-sembunyi bertemu. Namun suatu hari para pengawal kerajaan memergoki mereka bersama, dan para pengawal itu mengancam Eduard
bahwa mereka akan menangkap Eduard dan keluarganya jika ia melakukan ini lagi. Eduard pun tidak pernah bertemu dengan Sophie lagi, ia mulai menjelajahi berbagai belahan dunia untuk melakukan pertunjukan sulapnya. Ia pun merubah namanya menjadi Eisenheim (red dipernkan oleh Edward Norton).
15 tahun kemudian Eisenheim melakukan pertunjukan sulapnya di Vienna. Para penduduk sangat takjub dengan sulapnya. Ia pun terkenal dan sukses di Vienna, hingga ia diundang untuk menghibur para keluarga kerajaan. Tanpa sengaja ia bertemu dengan Sophie lagi yang merupakan calon istri dari Pangeran Leopold (red Rufus Sewell) . Merekapun kembali bertemu begitu juga dengan cinta mereka (naon deui). Leopold pun curiga, ia memerintahkan Inspektur Uhl (bacanya gimana?) yang diperankan oleh Paul Giamatti. Hubungan merekapun terungkap dan kerajaan menutup pertunjukansulap Eisenheim.
Leopold pun mengintograsi Shopie ia tidak ingin rencana busuknya gagal karena Shopie dekat dengan Eisenheim. Leopold ingin menggunakan kekuasaan ayah Sophie untuk kejayaannya. Shopie pun meninggalkan Leopold, Leopold mengejar dan membunuh Shopie. Keesokan harinya Shopie ditemukan tewas di pinggir sungai, Uhl pun ditugaskan menyelidiki kematian Shopie. Eisenheim bersikeras membuktikan bahwa Shopie dibunuh oleh Leopold kepada Uhl, tapi ia tidak percaya.
Eisenheim pun membeli sebuah theater kecil untuk memulai lagi pertunjukannya. Tetapi kali ini berbeda ia memanggil dan menampakan orang-orang yang sudah mati. Banyak penduduk yang tertarik dengan pertunjukannya itu. Tiap malam ia seperti menghidupkan orang mati. Suatu hari yang ia munculkan ternyata Shopie, Shopie pun menuturkan apa yang terjadi, para penduduk pun semakin percaya bahwa Sophie telah dibunuh oleh Leopold.
Malam berikutnya Eisenheim memunculkan lagi Shopie. Shopie bekata “I Was Wearing My Locket When I Died, But now it’s Gone.” Para polisi pun menangkap Eisenheim karena mempropokasi penduduk. Tapi saat akan ditangkap ternyata Eisenheim menghilang. Uhl memeriksa tempat singgah Esienheim ia menemukan sketsa Kalung buatan Eisenheim yang diberikan pada Shopie yang hilang ketika Shopie meninggal. Uhl pun pergi ke tempat penyimpanan kuda kerajaan ia menemukan kalung Shopie yang hilang disana. Kini ia yakin bahwa Leopold yang membunuh Shopie terlebih batu intan merah ditemukan di tubuh Shopie yang merupkan bagian dari pedang Leopold.
Uhl pun memanggil pasukan kekaisaran untuk menagkap Leopold dan saat para pasukan datang Leopold bunuh diri. Nah ini dia ending yang mengejutkan. Ternyata dibalik semua ini Eisenheimlah yang merancangnya. Batu permata di tubuh Shopie, Eisenheim ambil dari pedang Leopold saat menunjukan trik sulapnya. Kemudian minuman yang Leopold minum, Shopie masukan obat tidur saat Shopie diinterogasi sehingga ia tak kan ingat. Saat Leopold tertidur di tempat penyimpanan kuda ia siramkan darah ke pedangnya dan menaruh kalungnya di tumpukan jerami. Shopie pun pura-pura mati diatas kuda, dengan keahlian Eisenheim Shopie dibuat mati dan Eisenheim hidupkan lagi. Akhirnya mereka berdua hidup bahagia di sebuah peternakan indah banget…! Wou pokonya ending yang keren lah!
Night at Museum
March 20, 2007
Film bergenre komedi ini sangat unik sekali karena menggunakan seting di sebuah museum. Film ini dibintangi oleh Ben Stiller, Carla Gugino, Dick van Dyke, Mickey Rooney, Bill Cob, Jack Cherry, Ricky Gervais, Robin Williams dan masih banyak lagi bintang Holywood lainnya.
Film ini mengisahkan seorang ayah bernama Larry Dalley yang diperankan oleh Ben Stiller, ia baru saja cerai dengan istrinya Erica (red Kin Raver) karena tidak juga mempunyai pekerjaan. Anaknya pun Dick Dalley (red Jake Cherry) tidak seperti anak lainnya yang bangga dengan ayahnya. Larry pun mencari pekerjaan, tapi tidak ada yang menerimanya, akhirnya dia diberikan alamat oleh seorang temannya bahwa ada sebuah lowongan pekerjaan di Museum Natural History, ia pun akhirnya datang untuk melamar. Tapi ternyata pekerjaan yang menantinya itu ternyata menjadi penjaga malam di sebuah museum yang sepi pengunjung, tapi bagaimanapun juga ia butuh pekerjaan dan dia menerimanya.
Di malam pertamanya sesuatu yang tidak pernah ia harapkan terjadi, seluruh isi di dalam museum itu hidup. Mulai dari tulang dari T-rex, miniatur pasukan romawi, patung lilin manusia purba hingga presiden AS ke 22 Teddy Rosevelt (red Robin Williams). Tentu saja hal ini membuatnya terkejut benda yang tadinya diam pada malam hari hidup. Pada malam itu ia dikejar-kejar oleh tulang t-rex, ia juga diburu oleh sekelompak bangsa Bar-Bar, ia diburu oleh hewan-hewan buas sampai ditangkap oleh para miniatur. Untung saja ada Teddy Rosevelt yang membantunya ternyata museum itu hidup karena Tabulet Ahkmenrah yang didapat dari ekpedisi Nile. Jadi setiap malam semua benda di museum itu hidup, dan bila saat matahari terbit ada yang diluar maka ia akan menjadi debu.
Karena susahnya mencari pekerjaan ia pun harus tetap bekerja di museum itu. Oleh karena itu ia mempersiapkan segalanya. Ia mencari buku-buku referensi tentang sejarah benda-benda yang ada di museum itu. Ia menyusun taktik agar malam yang dilewatinya berjalan dengan lancar. Malam berikutnya pun ia sudah siap dengan taktiknya tapi tetap saja terjadi kekacauan karena. Mantan penjaga sebelumnya menduplikasi kunci museum. Binatang-binatang liar melarikan diri, terjadi peperangan antara tentara romawi dan wildwest dan sampai matahari terbit masih tertinggal salah satu manusia purba dan akhirnya ia menjadi debu. Dan Larry pun hampir dipecat.
Dan pada suatu malam benda-benda di museum itu tidak hidup lagi. Larry pun curiga, ternyata tabulet ahkmenrah telah dicuri oleh para mantan penjaga museum. Nick pun mengambil tabulet itu dan mengaktifkannya, benda di museum itupun kembali hidup. Tapi tabulet itu berhasil direbut oleh para mantan penjaga museum lagi. Kekacauan pun terjadi lagi, terjadi peperangan di dalam museum dan banyak hewan yang keluar dari museum. Tapi akhirnya semua kekacauan berakhir ketika semua tahu bahwa tabulet ahkmenrah yang membuat mereka hidup telah dicuri. Para benda di museum itupun bekerja sama dengan Larry dan Ahkmenrah untuk merebut kembali tabulet itu. Tabulet pun sudah didapatkan kembali dengan kekuatan dari Ahkmenrah semua benda dari museum itu kembali ke dalam museum. Saat matahari terbit museum pun berantakan dan manager museum memecat Larry. Akan tetapi karena berita di televisi yang menayangkan benda di museum itu hidup, museum yang tadinya sepi kini banyak pengunjungnya. Oleh karena itu Larry pun dipercayai kembali untuk menjadi penjaga malam di museum.
Pokonya film ini bagus banget untuk semua umur lah. Apalagi perpaduan 3D dengan scene aslinya nyatu banget baik metting ama trackingnya. Soundnya juga ngedukung banget. Suasana keluarganya pun nonjol sekali sampe-sampe agak sedih kaya waktu Larry gak dipercaya lagi ama anaknya. Pesen sejarahnya juga banyak banget, ane masih inget waktu Rebecca nge-guide pengunjung dia bilang “More you know about the past, the better you prepare for the future!” caemm dah….
Vision for Transition
March 20, 2007
Pertama kali denger hits “Kedamaian” dari album terbaru mereka yang bertitle Vision For Transition, aduh damai banget apalagi alunan suara gitar ama samplingnya ngedukung banget judulnya kedemaian. Yah kalau didenger denger jelas kayanya lagu yang jadi hitsnya ini jauh ama album pertama mereka Rock Up On Time, kurang nendang, jiwa rocknya gak ada bo, kurang nge beatlah! Penasaran apakah Saint Loco melayu ane minjem album baru mereka ama bang Brian (red penggemar musik di 2 ipa 9).
Keseokan harinya pun saya dapet pinjeman Vision For Transition, dan pas denger ooh ternyata tidak begitu adanya. Di track kedua berjudul “Terapi Energi” gila keren banget lagunya, ternyata Saint Loco masih seperti dulu nge Rock abiss. Pas denger lagunya ini ane agak teringat dengan LP soalnya intronya yang keren abis dibuka dentuman drum dan tentu saja iringan sampling yang sangat khas. Selain itu lagu-lagu yang Saint Loco banget adalah yang titlenya “New Life” petikan melodi gitarnya enak banget dan klo didenger baek-baek melodi gitarnya mirip ama “Promised Land” yang ada di album sebelumnya.
Band yang digawangi oleh Joe(Vokal), Berry(MC), Iwan(Guitar), Gilbert(Bass), Nyong(Drum) ma DJ Tius (the Spiner) ini mendendangkan 13 track lagu di Album barunya ini. Track-track nya adalah : Intro, Terapi Energi, Kedamaian, New Life, Fallin, Get Up, Centro, Transition, Masterplan, Fearless, Break Away, Stranger In Blanket ama Outro. Unik memang susunan Track yang diberikan, jadi inget lagi ama LP albumnya selalu dibuka dengan musik instrumen. Tapi yang uniknya lagi di tengah-tengah album ini ada trak yang judulnya Centro, nah abis itu ada lagi Transition mungkin ini memberikan gambaran bahwa track yang akan didendangkan selanjutnya lebih cadas. Dan ting ternyata bener lagu-lagu seperti Fearless dan Break Away Cadas banget. Sangat cerdas sekali…
Klo denger seluruh track nya ente bakal ngerasa zaman-zamannya Linkin, P.O.D, Lost Prophet, Papa Roach dan sebangsanya lah. Dan ternyata memang mereka mengaku bahwa banyak terinflunce ama band-band tadi juga terpengaruhi genre musiknya R.A.T.M, RHCP, Burger Kill, Edane, Trivium, Killed by Butterfly, Hillsong dan Skillet. Soal Lyricnya sendiri, wuih dalem banget ,banyak baget pesannya. Jangan jauh-jauh lah denger aja hitnya Kedamaian, mereka merindukan kedamaian di muka bumi. “Tak ada kesedihan. Tak ada kepedihan hanya satu Kedamaian…”, wah wah wah. Mo yang cinta-cintaan ada juga loh, walaupun cinta tetap ngerock bo kaya lagu yang judulnya Fallin, katanya gini “You give me love, that’s true and i know my heart beat for you. I feel you in the wind…” wah mantap lah. Makanya dengerin dong!
Wisata Kuda & Warung Liwet Paku Haji
March 20, 2007
Whoaaa…. (sayah bangun tidur), tidur yang cukup kenyang bwt saya karena semalam tidak ada lagi Missed Call ato pun SMS nyasar. Ditambah lagi abis nonton Arsenal yang diserang truss ama Bolton tadi malem (red 18 Maret 2007). Sambil makan roti sisa semalam dan minum Good Day Moccacino ane memencet tombol power komputer. “Tit” begitu bunyinya! Dan Oww AVG nya udah Out of Date! Mo ngapdate males, soale hari libur macet jaringannya ditambah weekend net yang baru saja berakhir kemaren. Sayah pun membuka Winamp (red software mp3 terpopuler), sambil denger lagu-lagu My Chemical Romance, Muse ama The Used ane baca-baca majalah Smashing yang baru saja saya download hari sabtu kemarin.
Waktu lagi baca-baca ibu sayah manggil “Ayo mau sarapan di Paku Haji?”. Ya sudah sayah pun turut ikut. Sekeluarga pun ikut, katanya nih tempat makan masih baru en baru dibuka hari Jum’at – Minggu ama hari libur. Kita ke sane lewat jalan Puri Cipageran (red umah si Sahdan, Acun dan masih banyak lagi), dengan asumsi lebih cepet. Eh eh eh ternyata jalannya kecil ma rusak lagi cuma bisa dilewati 1 mobil. Tapi untung juga bisa liat pemandangan sawah sawah.
Nama tempatnya “Wisata Kuda & Warung Liwet Paku Haji”, tepatnya di Jl.Haji Gofur Km 4 KBB (red Kabupaten Bandung Barat). Dari rumah saya di Cimahi kira-kira 30 menit lewat Cidahu tapi biar lebih cepat mending lewat Jalan Raya Cimahi paling 15 menitan. Nyampe di sana kita disodorkan pemandangan KBB, wow banyak pabrik tapi bagus juga keliatan gunung-gunung. Tempat makannya unik lesehan gitu dengan beberapa saung (red rumah kecil dari bambu). Di sana menu andalannya sesuai namanya Nasi Liwet(red nasi yang aneh, dibilang nasi bukan dibilang bubur juga bukan), untuk menikmati liwetnya ente cukup merogoh kocek 14ribu rupiah. Pas makan tuh nasi, wuih ma’nyus ! Bumbu nya nendang banget (red kaya kata-kata di wisata kuliner).
Selain makanannya enek ente juga tentu bisa belajar naik kuda disana, wah wah kudanya gede-gede bo. Selain itu ente bisa nyoba naik ATV (All Terain Vehicle), sayah juga agak kaget disini desewain Grizly yang 600 cc, ck ck ck untuk naek sendirian ente tinggal bayar 20ribu rupiah untu satu putaran. Tuh kan gak da kerjaan waktu libur, cobain deh main ke sana!
Traped in da 67 Room part II
March 17, 2007
Ohhh…. Kemarin biarlah kemarin (naon deui), bangun tidur sayah langsung dapet SMS dari si wasil isinya kurang lebih begini “Cunk bwtn desain untuk spanduk !”, dari situh saya baru ingat hari ini (red 17 maret 2007) ada rapat bwt bikin acara kumpul-kumpul web administrator se Bandung, aduh males euy! Tapi akhirnya brangkat juga. Ceritanya udah di sekolah, liat klas 2 ipa 7 lawan kelas 1-7 maen bola. Lumayan seru , garokil maena. Si Ofu (red Rofianto si jangkung tmen si KM) kena kartu kuning wasit (red Eza) gara-gara terlihat sengaja melakukan HandsBall. Trus si Wasil yang gokill hampir mencetak gol. Ada juga si Arip maksain maen padahal kakinya masi cedera. Ada lagi si AI assist nya mantep-mantep, sampe-sampe 2 diantara assist nya membuahkan gol. Dan yang paling mantap si opik (red ketu HI) mencetak gol dari jarak yang sangat jauh mengalahkan rekor si opik (red anak didikan saya). Pokonya mah gitulah, akhirnya 2 ipa 7 menang telak 5-0. Terus saya pergi ke ruang 67 lagi, katanya sih mau ada rapat gituh! Nunggu lagi di ruang 67 ini. Ehh malah pada gak dateng orang-orang nya cuman saya, wasil ma K’ Dani. Yahh , ya udahh rencananya saya mo maen fs dulu bentar, ehh ujan gede kejebak aja di ruang 67 ini lagi! yah jadi aja nunggu ujan reda ane nulis posting ini! SIALAN……..
Traped in da 67 Room part I
March 17, 2007
ow ow, libur tlah tiba 96x. Yah kira-kira begitulah gambaran suasana hatiku kemarin (red 16 maret 2007). Karena libur yang cukup panjang sampai hari senin baru saja akan dimulai. Tapi ternyata tidak sesuai dengan harapan, spulang skolah rencananya ane (red saya risan) akan membuka libur ini dengan bermain futsal di ballroom bersama teman-teman dan murid saya (red M. Taufik jagonya bola), makanya saya mau makan dulu di bazar (red sejenis kantin yang dimiliki SMAN 3 BANDUNG) di sana saya lihat tante mince (red erwan) makan sate. “Pak, meuli di mana sate ?” Tanya sayah. “Di tukang baso tahu ngomong aja !” Jawab mince eh erwan. Akupun bersama sebatang teman bernama Andhika langsung mengikuti intruksi dari erwan. “Buuuuuu, mao sate !” pinta ane. “Oh yaaa!”. Dan terus gitulah pokonya mah, makan biasa!
“Sholat yu ahh!” Ajak Opik (red M.Taufik). “Ayu atuh!” sahut anak lain termasuk saya tea. Tapi sayah kok gak lihat erwan, biasanya dia yang ngajakin aing (red saya) sholat di PM (red tempat sholat polisi), padahal sayah klo mo Jum’at-an nanya dia dulu “Wan mau Jum’at-an ? Bawa mukena gak (red pakaian sholat bwt cewe) ?”. Yah tapi biarlah, sayah pun sholat di masjid sekolah, setidaknya tidak digangguin si erwan lagi klo mau solat, tapi tetep aja ada yang kurang. Dan terus gitulah pokonya mah, jum’at-an!
Abis solat sayah ktemu anak-anak BM, ambil nanya “Rek futsal ?”. “Heuuh” Jawab keffi caleuy. Truss sperti biasa si kolot c.s (red H. Adzan) teriak “Eh Cung (red nama lain saya) ! iraha rek tahlilan (red semacam layatan orang mati) teh?”. “Maneh iraha, aing udah bikin Yassin di Corel yeuh!”. Dan terus gitulah pokonya mah, obrolan gak penting!
Ambil nunggu maen futsal sayah maen maen di ruang 67 alias ruang web. Yah gitulah pokonya mah buka buka situs favorit yahoo, prenseter, google, smashing magazine dan lain-lain lah pokonya mah. Nah critanya udah aja lah, saya lalu mencari anak-anak, kan mo maen putsal! Eh dah dicari-cari kagak ada, pas nanya si Arman (red temen dari malay pecinta anime) katanya futsalnya gak jadi. Ehhh, ya udah sayah teh pulang aja.
Sesampainya di rumah gak da kerjaan, tiduran gak ngantuk mo maen bola gak da temen, ah “ting” saya inget baru dapat film bajakan dari sodara saya judulnya “Illusionist”, dah giu nonton ajah katanya dapet Gramy award. Pas lagi nonton, hape bunyi, angkat aja eh si opik “Naon Pik?” tanya saya. “Rek Futsal moal ?” tanya opik lagi. “Ehh katanya gak jadi, aing udah di rumah” jawab sayah. dan gitulah pokonya, ternyata futsalnya jadi! Sialan ternyata gara-gara nongkrong di ruang 67 ane ditinggalin ama barudak ke kantin AA (red tempat makan murah di sekitaran Dipatiukur), yang trus mreka maen putsal. Ah sialan, padahal lagi pengen berlatih !


